
Beberapa hari ini negara kita dirundung bencana alam yang berturut-turut datangnya. haru, air mata mewarnai bumi kita..
Merapi, yang merupakan gunung berapi paling aktif di Indonesia, mulai mengeluarkan awan panas sekitar 17.02 WIB.Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono mengatakan kepada BBC, erupsi pertama terjadi pukul 1702 WIB selama sembilan menit.
Kemudian, katanya, disusul dengan beberapa kali erupsi diantaranya sampai setengah jam lamanya. "Pada pukul 17.18 terjadi erupsi selama empat menit kemudian rentetan erupsi diantaranya pukul 1742 terjadi erupsi panjang sampai 33 menit disusul kemudian erupsi pukul 1816 menit dan terakhir 1821 selama 33 menit," jelas Surono.
Surono menambahkan masih sulit memperkirakan apa yang akan terjadi. "Getaran masih berlangsung sampai sekarang sehingga kami belum bisa menyimpulkan apapun dengan kondisi ini apakah erupsi masih akan berlangsung atau sudah berhenti," katanya.Tukar format AV.Menurut Surono, munculnya awan panas tersebut menjadi tanda sebagai erupsi Gunung Merapi.Wartawan kantor berita AP melaporkan bahwa sekitar 20 orang yang mengalami luka bakar karena terkena debu vulkanik panas yang keluar dari Gunung Merapi dirawat tim dokter.
Sampai sekitar pukul 1900 WIB Merapi masih mengeluarkan suara-suara dan asap panas.
Warga setempat juga mengatakan mereka mencium bau kuat belerang sejak sekitar pukul 17 WIB.
Para ahli vulkanologi memperingatkan bahwa tekanan yang semakin besar di bawah kubah lava Merapi bisa menimbulkan salah satu letusan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.Status Gunung Merapi saat ini adalah status Awas, level tertinggi dalam fase letusan.Hartono, dari posko utama di Sleman, Pakem mengatakan kepada BBC Indonesia bahwa sekitar 96 persen warga telah mengungsi, namun beberapa terjebak.
Dari Sumbar dilaporkan, keputusan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geosifika (BMKG) mencabut peringatan tentang potensi tsunami dua jam setelah gempa mengguncang Senin malam 25 Oktober, ternyata keliru. Pasalnya, gempa berkekuatan 7,2 skala Richter (SR) yang mengguncang kawasan pantai Sumbar benar-benar memicu tsunami.
Gelombang laut setinggi enam meter menyapu wilayah Pagai Utara dan Pagai Selatan di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sedikitnya 40 warga Pagai Utara dan Selatan ditemukan tewas. Bahkan, laporan terbaru malam tadi menyebutkan, korban tewas akibat tsunami di Mentawai 122 orang. Selain itu, ratusan orang dilaporkan hilang.
Di Pagai Selatan, gelombang menyapu hingga 600 meter ke wilayah perkampungan penduduk. Seorang anak dilaporkan hanyut. Di Pagai Utara, gelombang air laut merendam seluruh rumah warga. Sedikitnya tiga desa yang dihuni ratusan warga dilaporkan porak-poranda. Yakni, Desa Malakopa, Desa Mutai Baro-Baro, dan Desa Makaroni.
Di Desa Malakopa, tercatat seratus rumah warga hancur. Begitu juga, Desa Makaroni rata dengan tanah. Sementara di Desa Mutai Baro-Baro, seratus warga belum ditemukan.
Melihat berturut-turut kejadian tersebut terjadi hendaklah kita intropeksi diri bahwa kita harus jaga bumi kita, sayangi bumi kita untuk kita dan anak cucu kita nanti.
SAVE BUMI KITA MULAI DARI SEKARANG!!!!!
http://metronews.fajar.co.id/read/108442/10/merapi-meletus-mentawai-tsunami










No response to “Mentawai Merapiku, Indonesiaku..!”
Leave a reply